Oleh: politisimuslim | April 18, 2007

AKAL DAN KEYAKINAN

AKAL DAN KEYAKINAN

“Fakta bahwa kita dapat menggambarkan gerakan dunia dengan menggunakan mekanika Newtonian tidak memberitahu kita apapun tentang dunia. Fakta bahwa kita melakukan gerakan tersebut, itulah yang memberitahu kita sesuatu tentang dunia ini.”
Ludwig Wittgenstein

Di akhir abad 18, desain argumen telah menjadi bagian dari pemikiran religius ortodok Inggris, tetapi keberatan yang meyakinkan mulai muncul yang juga merupakan kritikan rasional yang tersirat dari rencana baru ilmu pengetahuan itu sendiri. Ada dua kontributor yang layak terhadap kritikan ini dihormati sebagai dua filsuf yang paling penting sejak zaman kuno, meskipun di hari2x mereka, pengaruh mereka tidak terlihat.
David Hume dan Immanuel Kant mengambil isu tentan dasar logis dari desain argumen. Dalam Dialog mengenai Agama Alam-nya yang terkenal, Hume dan Newton berasosiasi bahwa hal itu merupakan tanda yang sudah tua dan dia mengutip pernyataan Maclaurin dalam karya kepopuleran Newton. Hume merujuk pada sebuah sentuhan ironi yang dianggap sebagai hipotesis religius. Jelas bahwa para Newtonian memiliki pandangan realis terhadap Hukum Alam yang telah mereka temukan. Dunia merupakan sebuah mekanisme yang mematuhi aturan2x matematika Newton dengan tepat (aturan2x itu tidak menyebabkan perbedaan terhadap idealisasi Newton). Hume tidak menerima bahwa ada interpretasi unik dari alam semesta yang tidak memiliki hukum, bahkan jika dia diyakinkan bahwa alam semesta memiliki hukum.
Ide bagus ini menjadi sama dengan Hukum Gerak (meskipun hukum ini lebih berkuas dalam hal hukum itu dapat digunakan untuk membangun pernyataan gerakan dalan area fisika lain yang kemudian aksi yang cocok dapat dikenali.) Tetapi tidak seperti formulasi Newton, hukum ini berhubungan dengan ilmu agama. Dikatakan bahwa segala jalan yang dapat diambil oleh tubuh yang bergerak dari A ke B, hal itu sebenarnya mengambil jalan yang asosiasi akinya berada pada level minimum. Oleh karena itu, jalan ini ditentukan oleh keadaan awal dan akhir. Maupertuis menyatukan metafisika yang penting ke hasil ini, dan menganggap bahwa hal itu sebagai bukti keberadaan Tuhan yang memerintah dunia. Di waktu sebelumnya, argumen bahwa kita hidup di dunia yang serba mungkin terbuka untuk ditolak bahwa kita juga tidak tahu dunia lain yang bisa dijadikan perbandingan. Tetapi Maupertius mengklaim bahwa dunia yang lain adalah dunia dimana gerakan terjadi dengan aksi yang non-minimum.
Dunia kita optimal dalam hal bentuk yang baik. Lagipula, di dunia terdapat sebuah aspek teologi terhadap Hukum Alam (pada kenyataannya, beberapa komentator pada abad 19 mengartikan keberadaan fosil sebagai relik aksi dunia non-minimum.) kegunaan keeksentrikan ini adalah mereka menunjukkan bagaimana sebuah imej Hukum Alam banyak digunakan oleh pikiran orang Inggris tentang ilmu pengetahuan.
Desain argumen ini akan berpindah, bukan oleh penolakan filosofi terhadap ketidaklogisannya, tetapi oleh ide evolusi Darwin. Darwin mampu menyediakan penjelasan lain yang berakar dari observasi yang detail untuk obervasi massa yang mendukung desain yang jelas dalam pembentukan dunia yang alami. Hal ini dikarenakan Darwin menyediakan penjelasan alternatif untuk obeservasi para naturalis bahwa teori ini sangat berpengaruh dan disambut baik, bukan karena dia meremehkan kelogisan desain argumen. Penjelasan alternatif yang memberi gagasan pada filsuf barat untuk memutuskan rantai pemimpindogma gereja. Kebesasan dari dogma tersebut memberikan kesempatan bagi filsuf dan pemikir Eropa untuk memutuskan tali terhadap agama dan mengembangkan keadaan menjadi hari modern dan lebih demokrasi. Pengaruh dari gereja dan agama secara umum telah membatasi isu moral dan penyelamatan diri dan tidak diizinkan lagi untuk bermain peran baik dalam negara maupun kebutuhan ilmu pengetahuan2.
Para Newtonian hidup di era Copernican akhir. Meskipun tidak diragukan manusia berada di tengah pandangan dunia mereka, dia tidak lagi berada di tengah model dunia mereka. Untuk mengadopsi pendekatan Kant, kelihatannya harus seperti langkah mundur ke era sebelum Copernican dimana manusia adalah fokus dari segala hal. Hal ini dikarenakan idealisme yang diasumsilan bahwa pikiran manusia harus menjadi inti dari pemahaman kita terhadap alam semesta.
Masa lalu dan sekarang, para ilmuwan menempatkan kepercayaan mereka pada filosofi yang ditulis oleh para ilmuwan.
Karena alasan ini, pekerjaan yang paling berpengaruh pada ilmu filosofi yang ditulis oleh John Herschel pada pertengahan abad 19 yang berjudul Preliminary Discourse on the Study of Natural Philosophy. Herschel percaya bahwa Hukum Alam dapat dimengerti dan dipelajari melalui observasi. Ilmuwan menulis yang peduli terhadap
“Apa kualitas utama yang memberi kesan yang original dan tidak berubah terhadap hal ini, dan …kekuatan hukum alam”.
Pernyataan ini merupakan realisme yang naif, yang mengilustrasikan pengaruh terbatas dari pemikiran para Kantian terhadap periode ilmu pengetahuan Inggris.
Akibatnya, serangan besar melalui gagasan yang tak dapat dikritik terhadap pandangan hukum alam; datang dari pergerakan positif yang menolak otoritas terhadap hukum ilmu pengetahuan. Hal ini mengadopsi sebuah pendirian operasionalis yang kaku. William Jevons dan Karl Pearson adalah penulis yang paling berpengaruh yang mempersembahkan pandangan ini, dan mereka menekankan untuk status hukum alam dengan menganggap mereka sebagai aktivitas mental yang lebih besar. Jevon mengklaim bahwa sebelum penelitian logis yang keras, kekuasaan hukum akan membuktikan hipotesis yang belum diteliti keberadaannya, ekspresi ambigu dari keseragaman alam, dan kepastian kesimpulan ilmu pengetahuan kita terhadap khayalan sampai jumlah yang besar. Dia menganggap Hukum Alam sebagai dalil yang mendasari tidak hanya dalam kemungkinan mengenai hubungan antar peristiwa.
Lagipula, Jevons mengartikan Hukum kedua thermodinamik sebagai sebuah argumen yang melawan pendapat mengenai kekonsistenan alam. Hukum kedua ini menunjuk pada sebuah awal menuju alam semesta dan menuju masa depan yang tidak biasa dimana kondisinya akan berbeda dengan saat ini. Pearson lebih radikal lagi. Dia menganggap Hukum Alam sebagai respon mental terhadap sensasi tentang dunia. Tetapi hal itu akan benar jika dikatakan bahwa kebanyakan ilmuwan eksakta saat itu tidak berbagi pandangan yang sulit ini mengenai Hukum Alam. Faraday, Maxwell, dan Kelvin merupakan orang yang sangat religius yang mengadopsi (tanpa bertanya2x lagi) bahwa pandangan mengenai Hukum Alam adalah benar dan mereka mencoba menerima pandangan itu karena titah dari Tuhan.
Sampai pertengahan abad 19, seseorang memiliki pilihan yang jelas mengenai struktur dunia, baik sebagai alam semesta ataupun sebagai kekacauan. Jika seseorang memiliki pandangan sebelumnya maka susunannya harus memiliki sumber yang pasti, sedangkan pilihan berikutnya mengalir terhadap apapun yang kita lihat di alam ini. Hukum Alam yang terletak di mesin dunia membujuk para ilmuwan dan pendeta bahwa penulis Hukum2x Alam tersebut adalah inti dari susunan dan kelogisan dunia. Lalu ada sebuah doktrin baru yang muncul dan mempengaruhi tingkah laku terhadap susunan asli Alam yang pernah ada.
Tahun 1813, seorang ahli fisika Amerika yang terasing, bekerja pada Rumah sakit St Thomas di London bernama William Wells. Dia membuat sebuah essai yang berjudul “An Account of a White Female, Part of Whose Skin Resembles that of a Negro” diterbitkan tahun 1818. Di dalamnya Wells merencanakan proses yang kita sebut sebagai seleksi alam sebagai sebuah penjelasan keberadaan karakteristik fisik makhluk hidup yang masih ada. Dia memperoleh hipotesis dari studi kasusnya mengenai adaptasi warna kulit manusia dengan iklim. Dia berpendapat, pandangan yang telah terjadi merupakan kontradiksi bahwa desain yang penuh seni tidak diperlukan dalam menjelaskan adaptasi yang luar biasa makhluk hidup terhadap lingkungannya. Jika kita dapat mempengaruhi adaptasi dengan seleksi buatan yang ditentukan oleh perkembangbiakan, maka adaptasi ini dapat diterima dengan efesiensi yang sama, meskipun lebih lambat dibandingkan dengan alam. Lagipula, Wells menghargai bahwa tak ada satu bendapun yang sepeti keseragaman alam; dunia alami adalah perubahan yang tak henti2x dan proses adaptasi tidak akan pernah sempurna.
Pandangan ini penting dan radikal. Seseorang mungkin menerima pandangan tersebut supaya memiliki tanda2x segala tingkah laku dan komentar publik. Tidak begitu; pandangan2x tersebut tidak mempengaruhi orang lain dan tidak disebutkan oleh orang lain serta tidak diterima dan dipuji dengan baik. Sulit untuk mengetahui mengapa terjadi seperti itu. Wells merupakan ilmuwan yang dihormati, ia seorang teman di Royal Society dan pemenang medali Rumford Society tahun 1814 atas analisisnya mengenai titik2x embun.
Hal yang mungkin bahwa hanya dengan menerbitkan bukunya mengenai seleksi alam sebagai lampiran essai hadiah Rumford-nya, dia sebenarnya meyakinkan bahwa essainya telah dilupakan sejak essai dikenal oleh filsuf ilmu pengetahuan sebagai contoh klasik dari metode ilmu pengeetahuan. Apapun alasannya karya Wells yang asli tidak diperhatikan, dia akhirnya muncul di edisi berikutnya pada Spesies Asli Darwin, yang dikenal sebagai ide pemula dari seleksi alam setelah perhatian Darwin akhirnya ditarik ke karyanya oleh ilmuwan Amerika yang tidak dikenal tahun 1860.
Darwin dan Alfred Wallace melangkah lebih jauh dibandingkan Wells dalam pengumpulan bukti untuk mekanisme seleksi alam. Sebuah penjelasan untuk koresponden semata-mata berdasarkan pada apa yang dilihat dapat memberikan kesan metafisika yang berlawanan terhadap hal yang dihasilkan dari imej yang lain yang membangkitkan keberadaan susunan dunia organik. Melalui pekerjaan mereka, sebuah penjelasan tipe baru menjadi masuk akal.
Jika semua varian yang mungkin muncul sembarangan dalam sistem reproduksi, maka varian tersebut, yang paling mampu berproduksi akibatnya akan bertahan dengan kemungkinan yang lebih besar dibandingkan varian yang tidak mampu berproduksi. Produksi tersebut adalah pengadaptasian yang paling baik untuk bertahan di lingkungan dimana mereka sendiri akan bertindak lebih siap dibandingkan mereka dengan yang tidak beradaptasi. Karenanya, waktu dan kesempatan dapat menghasilkan pasangan yang luar biasa antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Dengan ini, susunan evolusi yang spontan dapat dijelaskan tanpa mengulang lagi sebab2nya atau desain supranatural yang eksplisit. Evolusi ini melalui pertahanan yang paling cocok melemahkan argumen tradisional dari desain di bidang biologi, meskipun tidak melemahkan desain argumen berdasarkan karakter hukum Alam yang menguntungkan. Jika hal itu memperkuat argumen versi baru ini, itu dikarenakan saat ini, penemuan2x antara makhluk hidup dan habitatnya terlihat muncul sebagai hasil dari aksi hukum Alam. Muncul lebih dari beribu2x tahun dibandingkan hasil kesamaan yang ditentukan oleh dunia.
Untuk melebarkan wilayah seleksi alam untuk mengarahkan hukum alam yang dibuat oleh T.H. Huxley (1825-95) dan yang lainnya, sedangkan ahli fisika yang konservatif seperti Lord Kelvin (1824-1907) memiliki alasan evolusi religius yang berlawanan, dan dia juga berpendapat bahwa tidak ada waktu yang cukup untuk proses seleksi alam yang berkembang di kehidupan manusia pada saat ini. Yang lain, khususnya James Clerk Maxwell (1831-79) membatasi perlawanan mereka untuk menekankan aplikasi konsep seleksi alam di luar bidang biologi dengan menunjukkan kesamaan dunia mikroskopik. Maxwell menempatkan tekanan yang hebat terhadap penemuan bahwa atom2x (yang kita sebut molekul) adalah identik, dan properti mereka bukanlah subjek dari proses seleksi alam. Dia menyadari bahwa sebuah garis dapat ditarik pada suatu level di hirarki alam. Dimana seleksi alam tidak mampu menyediakan penjelasan untuk susunan dunia. Garis itu akan diperlukan untuk menarik skala atom.
Di awal bab buku ini, pembaca akan mendeteksi pengaruh dari doktrin seleksi alam. Ketika menghadapi tugas penjelasan keberadaan suatu keadaan dari kemungkinan kecil sebuah priori, seseorang akan memastikan (tanpa menghiraukan kondisi awal) apakah keadaan khusus ini selalu dicapai setelah waktu yang lama. Lagipula, beberapa keadaan akan penting atas keberadaan kehidupan untuk diteliti. Tanpa menghiraukan betapa mustahilnya priori kejadian mereka, kita seharusnya tidak terkejut apabila priori ini menarik pada saat ini. Sebuah priori yang terlihat sangat tidak mungkin bahwa seluruh tempat dimana sebuah planet dapat ditempatkan di alam semesta ini., bumi seharusnya ditemukan di orbit yang mengelilingi bintang. Walau bagaimanapun, kedekatannya penting untuk evolusi dari bentuk kehidupan yang baik. Persfektif Para Darwinian memiliki hal2x yang lebih menantang mengenai ide2x metafisika. Contohnya, dugaan bahwa pandangan kita mengenai alam adalah kondisi yang tidak dapat diperkecil lagi oleh kategori pemikiran manusia.
Para pre-Darwinian Kantian harus menganut kebetulan bahwa semua manusia selalu memilki katergori pemikiran yang identik. Seorang Darwinian akan melihat katergori pikiran manusia sebagai hasil dari proses hukum alam dan begitu mengikuti zaman oleh dunia fisik. Pandangan ini memberikan sebuah pondasi realisme. Contohnya, jika kita menjadi kita apa adanya baik secara fisiologi maupun psikologi dalam merespon tekanan yang sesuai terhadap seleksi alam. Maka diberbagai pendapat kita harus berkaca dengan benar sebuah dunia fisikyang benar2x ada. Seperti halnya telinga manusia yang berkembang dalm merespon keberadaan suara dan mata yang merespon keberadaan cahaya. Berdasarkan pandangan ini, keuniversalan pikiran pembawaan lahir kita dapat diasosiasikan dengan keunivesalan hukum Alam.
Kecocokan adalah sebuah konsep yang telah diselaraskan oleh para pemikir dari segala sudut. Seseorang dapt mengaplikasikannya terhadap masalah di bab ini. Dari segala ide primitif bahwa manusia memiliki pandangan tersendiri terhadap dunia, dugaan tersebut yang menghubungkan fungsi harmoni bumi dan keteraturannya ke suatu bentuk perundang-undangan supranatural yang merupaka ide2x dimana orang2x mampu untuk mengekploitasi keuntungan dan keberadaan mereka. Lebih dari beradad2x manusia telah menjadi lebih ahli dalam kepenasarannya mengenai alam dan renungannya tentang pemikiran manusia. Manusia masih dapat menemukan ide2x untuk memiliki keuntungan yang tetap yang kaya akan kegunaan dan aplikasinya.
Salah satu ide ini adalah konsep Hukum Alam. Hukum ini telah diadaptasi dengan konsisten untuk menemukan perubahan lingkungan intelektual, tetapi di bidang biologi tak ada jaminan pertahanan yang berlanjut. Di abad 20 telah membawa ide2x abstrak ini dan penemuan tentang alam semesta yang tidak dimimpikan oleh para aktor di cerita2x kita. Pengganti mereka diteruskan oleh warisan konsep2x mereka mengenai Hukum Alam dan ditantang untuk menyaringnya pada minimum yang tak dapat diperkecil lagi oleh batu ujian suatu kenyataan.

2 Subjek evolusi dan pengaruhnya pada peradaban orang barat, biasanya pengembangan ilmu pengetahuan dan negara adalah subjek volume ke dua dari pekerjaan saat ini.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: