Oleh: politisimuslim | Juli 21, 2007

Belajar Dari Kasus Korea Utara

Akhir – akhir ini sangat santer diberitakan di media massa bahwa Korut akan menurunkan tirai besinya dan bersedia untuk menghentikan program pengayaan nuklirnya. Tentu penghentian itu bukanlah penghentian secara tiba – tiba yang pengambilan keputusannya diperoleh melalui wangsit mimpi. Tetapi itu merupakan hasil lobi serta kuatnya politik luar negeri yang dimotori oleh Amerika dan sekutu – sekutunya. Dengan dihentikannya program nuklirnya tersebut, Korut akan mendapatkan sejumlah bantuan dalam bidang finansial dan bidang – bidang yang lain dari Amerika dan sekutunya. Lantas pelajaran apakah yang bisa kita ambil dari kasus Korea Selatan ini?

Pelajaran pertama adalah kemandirian sebuah Negara yang tidak boleh ditawar – tawar lagi. Hal yang sangat menonjol dari runtuhnya tirai besi Korut saat ini adalah kemauan mereka untuk menerima tawaran finansial dan tawaran – tawaran lain di bidang ekonomi. Korea Utara sangat bisa dikatakan bahwa dia adalah Negara yang mandiri secara militer. Mereka memiliki instalasi – instalasi pembangunan senjata nuklir. Senjata yang hanya dimiliki oleh segelintir Negara saja dewasa ini. Akan tetapi kemandirian – kemandirian itu tidak diimbangi dengan kemandirian di bidang yang lain. Sehingga secara faktual kemandirian militer Korut masih sangat bergantung dengan kondisi internal bidang – bidang yang lain seperti kondisi pangan dan ekonomi.

Pelajaran kedua adalah bahwa Korut secara konteks dunia internasional adalah Negara yang dikucilkan. Mereka dikucilkan bukan karena mereka banyak melakukan aksi terror seperti yang dituduhkan AS kepada al Qaida. Tetapi mereka dikucilkan justru karena mereka tidak mau mengikuti dan tunduk pada keinginan – keinginan AS dan sekutunya. Meskipun Korut secara letak geografis dan ketersediaan SDA tidak semelimpah yang dimiliki Irak, tetapi secara militer ia merupakan ancaman tersendiri bagi kepentingan – kepentingan AS dan sekutunya. Sehingga Korut menjadi Negara yang tidak memiliki sekutu secara riil. Sekutu yang mau membela dan bantu – membantu dalam susah dan duka. Hal ini memang sebuah rancangan AS dan sekutunya agar memudahkan langkah mereka memaksa Negara yang tidak mau tunduk pada kepentingannya.

Pelajaran Ketiga adalah bahwa dalam proses tawar – menawar tersebut dibutuhkan sebuah standar ideologi yang kuat agar kemenangan lobi ada di pihaknya. Dalam hal ini Korut telah kehilangan nyawa ideologi komunismenya yang selama ini sangat dipegang teguhnya. Sebaliknya AS dan sekutunya semakin membuktikan dirinya bahwa merekalah Kapitalis sejati di dunia ini. Hampir semua Negara – Negara komunis yang runtuh mengalami hal yang serupa dengan yang dialami oleh Korut. Langkah pertama untuk menghancurkan Negara komunis adalah dengan melemahkan sistem ekonomi mereka. Misalnya saja dengan pemboikotan. Dengan lemahnya perekonomian Negara tersebut, maka bisa dipastikan bahwa tidak lama lagi Negara tersebut akan meminta bantuan kepada dunia internasional yang dalam hal ini diwakili oleh AS. Tentu AS tidak akan memberikan bantuan secara Cuma – Cuma. Bantuan akan diberikan dengan beribu – ribu syarat yang harus dipenuhi. Dan salah satunya adalah harus mematuhi kepentingan – kepentingan AS dan sekutunya.

Pelajaran keempat adalah politik luar negeri yang dilakukan oleh AS dan sekutunya. Korut memang Negara yang kuat dalam sisi militer. Tetapi mereka lupa bahwa mereka juga harus membangun jaringan yang luas sebagaimana yang dibangun oleh AS selama ini. Hampir di setiap Negara baik itu maju ataupun Negara berkembang, AS selalu memiliki wakilnya di sana. Dengan demikian apa yang dilakukan oleh AS tampak lebih global sedangkan yang dilakukan oleh Korut tampak merupakan sebuah aksi lokal saja. Mereka tidak memandang jauh ke depan dengan membuat taktik – taktik tertentu yang melibatkan seluruh Negara – Negara di dunia. Melupakan masalah luar negeri dan hanya memikirkan hubungan – hubungan dalam negeri hanya akan membuat Negara itu runtuh lebih cepat.

Dari sini dapat kita ambil beberapa hal yang akan kita tarik sebuah pisau analisis untuk membedahnya dan memandangnya dari sisi pandangan Islam.

Mengenai pelajaran pertama, yaitu kemandirian suatu Negara. Maka hal ini adalah suatu hal yang harus dimiliki oleh suatu Negara. Dalam konteks Khilafah Islam, maka khilafah tidak boleh sedikitpun bergantung secara ekonomi dan politik serta di bidang – bidang yang lain pada Negara – Negara kufur. Allah swt berfirman :

(yaitu) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mukmin). Maka jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah mereka berkata: “Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu?” dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan) mereka berkata: “Bukankah kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang-orang mukmin?” Maka Allah akan memberi Keputusan di antara kamu di hari kiamat dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman. QS. An Nisaa’ : 141

Dalam konsteks militer, maka tidak diperbolehkan sama sekali bagi khilafah Islam memiliki ketergantungan sedikitpun kepada pihak asing. Meskipun ketergantungan itu hanya berupa import peluru senjata saja. Merupakan suatu kewajiban bagi khilafah Islam untuk dapat membuat semua peralatan militernya secara mandiri. Termasuk di dalamnya adalah ketersediaan senjata nuklir. Mengingat musuh – musuh Islam hampir semuanya memiliki senjata nuklir tersebut. Sebut saja Israel dan Amerika sebagai contohnya.

Di samping itu, kemandirian tersebut tidak boleh hanya berupa kemandirian di satu bidang saja seperti halnya yang dialami oleh Korea Utara. Melainkan kemandirian dalam segala bidang dan aspek kehidupan. Mulai dari bidang ekonomi, sampai dengan bidang politik. Seluruhnya tidak boleh bergantung kepada pihak asing meskipun ketergantungan itu hanya sebesar semut merah saja.

Kemandirian di sini tidak berarti bahwa kita harus menutup diri dari kehidupan di luar Negara kita. Akan tetapi kemandirian yang dimaksud di sini berarti bahwa kita tidak memiliki satu hubungan yang dapat menyebabkan kita kehilangan kekuasaan atau kendali di negeri sendiri. Berbagai bentuk kerjasama tetap saja dapat dan bahkan mungkin harus dilakukan mengingat tidak semua hal ada di negeri kita. Sebagai contoh kerjasama dalam penelitian ilmu pengetahuan dan teknologi, perdagangan, ataupun juga dalam hal perekonomian lainnya yang tidak sampai pada tingkat menggantungkan diri pada asing.

Mengenai pelajaran kedua yang dapat diambil dari kasus Korea Utara ini adalah kejelian dan keulungan para pemimpin Negara mengenai politik luar negeri yang harus dimilikinya. Mereka harus dapat mengetahui sejauh mana hubungan antara negaranya dengan Negara di sekitarnya. Juga mengetahui hubungan antara Negara yang memusuhinya dengan Negara – Negara di sekitarnya. Dengan begitu maka mereka akan dapat mengambil berbagai langkah yang tepat guna menghadapi kemungkinan – kemungkinan terburuk yang dapat ditimpakan ke negaranya.

Sebagai contoh misalnya adalah perjanjian Hudaibiyah yang dilakukan oleh Rasulullah saw. Pada perjanjian itu Rasulullah telah melakukan suatu maneuver politik yang sangat luar biasa jelinya. Maneuver politik pertama di awali dengan pergi hajinya rombongan Rasulullah saw ke Makkah. Pada kesempatan itu Rasulullah sama sekali tidak membawa senjata apapun kecuali pedang yang disarungkan. Hal ini telah membuat orang Quraisy gusar karena secara adat mereka tidak boleh memerangi rombongan haji. Dan bila rombongan haji Rasulullah itu diperangi, maka seluruh kawasan Arab akan memusuhi orang – orang Quraisy. Akan tetapi apabila Rasulullah saw tidak diperangi atau diijinkan untuk melakukan haji pada waktu itu, maka ini akan berarti sebagai sebuah kekalahan besar bagi kafir Quraisy.

Akhirnya mau tidak mau orang – orang Quraisy harus membuat satu perjanjian dengan Rasulullah. Dan dalam perjanjian itu disebutkan bahwa kaum muslimin tidak boleh melaksanakan haji tahun itu dan harus kembali ke Madinah. Juga apabila ada orang Quraisy yang pergi ke madinah maka harus dikembalikan ke Makkah tetapi apabila ada orang Madinah yang pergi ke Makkah, orang Quraisy tidak perlu mengembalikannya ke Madinah. Sepintas perjanjian ini tampak merugikan kaum muslimin. Akan tetapi pada dasarnya perjanjian itu sangat menguntungkan kaum muslimin. Sebab dengan adanya perjanjian gencatan senjata antara kaum muslimin dengan kafir Quraisy tersebut, Rasulullah saw. dan kaum muslimin dapat berkonsentrasi untuk memerangi yahudi Khaibar yang telah memerangi Khilafah Islam dari belakang dengan melanggar perjanjian sebelumnya.

Dan hasilnya sungguh luar biasa. Beberapa hari setelah perjanjian hudaibiyah Rasulullah saw mengepung Yahudi Khaibar dan berhasil menaklukkan Khaibar dan mengusir Yahudi Khaibar penghianat itu dari sana. Di samping itu, Rasulullah saw juga dapat berkonsentrasi untuk menyebarkan dakwah Islam ini kepada qabilah – qabilah lain di Jazirah Arab selain dari kafir Quraisy. Dengan begitu hanya dalam beberapa waktu saja kekuatan kaum muslimin bertambah berlipat – lipat sehingga akhirnya dapat menaklukkan Makkah tanpa tertumpahnya setetes darah pun.

Apa yang dilakukan oleh Rasulullah saw itu tentu bukanlah suatu kebetulan yang dilakukan oleh Rasulullah saw begitu saja. Akan tetapi itu adalah sebuah maneuver politik yang telah diperhitungkan sebelumnya oleh Rasulullah saw. Tentu hal itu hanya dapat dilakukan oleh seorang politisi ulung yang memahami seluk beluk hubungan luar negeri Negara – Negara musuhnya.

Hal inilah yang tidak dilakukan oleh Korea Utara. Mereka tidak melakukan beberapa kerjasama supaya tidak mengalami kesulitan ketika diboikot oleh AS dan sekutunya. Mereka seolah – olah berjalan sendirian tanpa mau melihat situasi dan kondisi yang ada di sekelilingnya. Tentu apa yang dilakukan oleh Korut saat ini tidak dapat disamakan dengan apa yang dilakukan oleh Rasulullah ketika melakukan perjanjian hudaibiyah. Sebab yang dilakukan oleh Korut adalah menjual negaranya untuk dapat diobok – obok oleh AS dan sekutunya. Sedangkan Rasulullah sama sekali tidak menjual sedikitpun Khilafah Islam kepada Kafir Quraisy tersebut. Wallahua’lam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: